Pengembangan iptek perguruan tinggi di Indonesia

Pengembangan iptek perguruan tinggi di Indonesia, dirumuskan peneliti menjadi empat kriteria yang selanjutnya akan menjadi acuan dalam menentukan indikator atau aspek-aspek yang akan di evaluasi. Keempat kriteria tersebut adalah sebagai berikut: (1) Kekuatan daya saing riset internasional perguruan tinggi, (2) Kontribusi riset internasional perguruan tinggi terhadap daya saing bangsa, khususnya industri di Indonesia yang berbasis kreatifitas hasil riset dan inovasi, prototipe, (3) Kemitraan dan inovasi bersama perguruan tinggi kedalam tataran internasional, guna memperkuat ilmu dan teknologi (iptek) dalam menunjang pembangunan ekonomi dan pengembangan sistem riset inovasi di Indonesia, (4) Kolaborasi antara dunia akademis, pelaku usaha, dan pemerintah guna bersinergi dalam pembangunan ekonomi bangsa yang tangguh dan mandiri.
Pendekatan evaluasi kebijakan manajemen mutu riset internasional yang digunakan dalam penelitian ini melalui pendekatan gabungan antara kualitatif (deskriptif dan analisis). Berikut adalah gambaran tahapan penelitian yang dilakukan peneliti:
Fraenkel dan Norman menyatakan:
“Qualitative and Quantitative research reconsidered. They should be qualitative and quantative approaches be used together, in survey research. Descriptive statistics are sometimes used to provide quantitative details in an otherwise qualitative study. The Important thing is to know what questions can best be answered by which method or combination of methods.”

Pertimbangan pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif dan pendekatan kuantitatif dapat digunakan secara bersama, yaitu dalam penelitian survei. Statistik deskriptif kadang-kadang digunakan untuk memberikan rincian kuantitatif dalam studi kualitatif sebaliknya. Hal yang penting adalah untuk mengetahui apa pertanyaan terbaik dapat dijawab oleh satu metode atau kombinasinya (metode kualitatif dan kuantitatif).
Secara operasional penelitian observasi partisipatif yang dilakukan dengan menggunakan metode kombinasi (a mixed method), merupakan pilihan yang cermat dan tepat yang ingin dicapai oleh peneliti, serta hasil yang diharapkan akan dapat diambil kesimpulan dan berguna dalam membuat rekomendasi bagi pihak-pihak yang terkait dengan penelitian ini. Pembuatan peta apa yang akan diteliti, menunjukkan:
“In research, triangulation is a powerful technique that facilitates validation of data through cross verification from more than two sources. Here, triangulation refers to the application and combination of several research methodologies in the study of the same phenomenon. It can be employed in both quantitative (validation) and qualitative (inquiry) studies. It is a method-appropriate strategy of founding the credibility of qualitative analyses and becomes an alternative to traditional criteria like reliability and validity, also the preferred line in the social sciences” .

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Dalam penelitian, triangulasi merupakan teknik yang paling lengkap, memfasilitasi validasi data melalui verifikasi silang lebih dari dua sumber, disini triangulasi mengacu pada praktik dan kombinasi beberapa metodologi penelitian dalam fenomena yang sama, dapat digunakan pada kedua kuantitatif (validation) dan penelitian kualitatif (inquiry). Strategi ini tepat untuk menemukan kredibilitas analisis kualitatif dan menjadi alternatif kriteria umum seperti reliabilitas dan validitas, hal ini banyak dijumpai dalam lmu sosial.
Fraenkel, Norman, dan Hyun menjelaskan mengenai Mixed-Methods Research dalam bukunya yang berjudul How to Design and Evaluate Research in Education:
Mixed-methods research involves the use of both quantitative and qualitative methods in a single study. Those who engange in such research argue that the use of both methods provides a more complete understanding of research problems than does the use of either approach alone. Metode penelitian campuran, terdiri dari penelitian kuantitatif dan kualitatif di dalam satu penelitian. Metode ini menggunakan pembuktian riset dengan menggunakan kedua metode tersebut lebih lengkap pemahaman masalah penelitian yang lebih lengkap dari menggunakan satu metode.
Crasswell mendefinisikan mengenai pendekatan desain riset dengan menggunakan mixed method disebutkan sebagai berikut:
“Mixed methods research is a research design with philosophical assumptions as well as methods of inquiry. As a methodology, it involves philosophical assumptions that guide the direction of the collection and analysis of data and mixture of qualitative and quantitative approaches in many phases in the research process. As a method; it focuses on collecting, analyzing, and mixig both quantitative and qualitative data in a single study or series of studies. Its central premise is that the use of quantitativeand qualitative approaches in combination provides a better understanding of research problems then either approach alone.

Dijelaskan oleh Craswell bahwa Mixed methods research atau metode penelitian campuran adalah desain penelitian yang menggunakan asumsi-asumsi filosofis sebagai metode penyelidikannya. Seperti halnya suatu metodologi, hal ini melibatkan asumsi-asumsi filosofis sebagai pedoman dalam pengumpulan dan analisis data, menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam beberapa tahapan pada proses penelitian. Metode ini berfokus pada pengumpulan, analisis, dan penggabungan data kuantitatif dan kualitatif dalam satu atau rangkaian penelitian. Premis utamanya adalah menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang dikombinasikan/digabungkan, sehingga memberikan pemahaman dan pendekatan masalah yang lebih baik lagi dibandingkan dengan pendekatan tunggal.
Metode evaluasi kebijakan dengan pendekatan keputusan teoritis adalah metode evaluasi kebijakan yang menggunakan metode-metode deskriptif untuk menghasilkan informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai hasil kebijakan yang secara eksplisit dinilai oleh berbagai macam target kebijakan. Pendekatan untuk evaluasi kebijakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, kualitatif dan didukung oleh pendekatan kuantitatif/perhitungan statistisk dan pengujian hipotesis. Metode penelitian observasi, partisipasi, wawancara secara mendalam serta kuesioner, di mana peneliti sebagai subjek dari penelitian. Pengamatan yang terus menerus dilakukan dan berkesinambungan, akan menghasilkan data yang tingkat akurasinya tinggi dan dapat dipercaya.

D. Instrumen Penelitian
Instrumen ialah alat untuk merekam informasi yang akan dikumpulkan. Macam instrumen, antara lain: wawancara, kuesioner, tes, ceklis, observasi, dan lain-lain. Menurut Creswell “an instrument is a tool for measuring, observing, or documenting data”. Instrumen adalah sebuah alat untuk mengukur, menggali, atau mendokumentasikan data.
Instrumen harus didesain/dirancang dan dipilih dengan hati-hati dan benar, karena keberhasilan penelitian banyak ditentukan oleh instrumen yang digunakan. Semakin valid dan reliabel instrumennya, maka akan semakin valid data temuannya. Karena data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian akan diperoleh melalui instrumen. Instrumen juga dirancang dan dibuat dengan sebaik mungkin dengan tujuan agar penelitian yang dihasilkan mendapatkan data empiris sebagaimana adanya. Dalam menyusun instrumen, peneliti menggunakan kriteria umum yang ditentukan oleh Danim, sebagai berikut:
1. Bentuk instrumen harus sesuai dengan jenis data yang diperlukan.
2. Setiap butir instrumen hanya menjaring satu butir data penelitian.
3. Tidak ada duplikasi antara setiap butir instrumen.
4. Tata bahasa instrumen bersifat sederhana dan mudah dimengerti.
5. Antar butir instrumen yang satu dengan yang lain dapat merupakan lanjutan, akan tetapi bukan merupakan lanjutan yang terputus.
6. Jumlah butir instrumen secukupnya.
Uji coba instrumen, yaitu memeriksa kembali instrumen yang telah dibuat menjadi perlu dilakukan oleh peneliti, yang mana bertujuan untuk memeriksa validitas dan realibilitas instrumen, apakah sudah memenuhi syarat atau belum? Lakukan cek dan recek sehingga validitas dan realibilitas yang diharapkan tercapai. Hal ini terdiri dari:
(a). Validitasnya, instrumen menghasilkan informasi yang benar,
berguna, dan autentik tentang apa yang diukur dan direkam.
(b). Realibilitas, instrumen mengukur dan merekam dengan akurat, kesalahan diusahakan seminimum mungkin pada skor dan informasi yang diperoleh dari instrumen.
(c). Instrumen tidak berubah atau mempengaruhi obyek yang diukur dan yang direkam (adakalanya beberapa butir tes akan memberikan kunci untuk jawaban yang benar pada item yang lain). Hal ini harus dihindari dengan membuat instrumen secermat mungkin.
(d). Kesesuaian dengan responden, bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan responden.
(e). Sesuai dengan analisis yang dikehendaki dalam jumlah dan kategoru yang telah direncanakan.
(f). Ekonomis, instrumen tidak mahal, dalam memilih, mengembangkan, menguji coba, merevisi, mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan harus mempertimbangkan kemampuan dalam segi biaya dan waktu.
Data dalam penelitian ini dihimpun dari beberapa sumber data, guna mengevaluasi setiap aspek dari komponen-komponen yang dievaluasi, dilakukan melalui observasi, studi dokumentasi, wawancara, kuesioner/ angket dan focus group discussion (FGD).
Berikut ini adalah kisi-kisi instrumen yang peneliti rancang sebagai indikator dalam penilaian dan telah sesuai dengan variabel-variabel yang telah ditetapkan:

x

Hi!
I'm Ricky!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out